Kamis, 27 Maret 2014

Beberapa Ecommerce di Indonesia

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan,pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu


Secara umum bisnis ecommerce di Indonesia dapat dibedakan menjadi 5 bentuk berbeda, yaitu:
1. Classifieds / Daftar Iklan Baris

Bentuk bisnis yang pertama adalah classifieds atau daftar iklan baris. Bentuk bisnis ini merupakan bentuk yang paling sederhana dari usaha e-commerce yang ada. Itu karena bentuk bisnis ini mempunyai ciri khas dimana penyedia jasa e-commerce tidak terlibat secara langsung dalam proses jual beli yang terjadi. Dalam bentuk bisnis ini, pihak perusahaan e-commerce hanya menjadi media yang mempertemukan antara penjual dan pembeli dalam satu tempat.
2. Marketplace C2C (Customer to Customer)


Yang membedakan antara bentuk bisnis ini dengan bentuk classifieds adalah selain menawarkan tempat sebagai media promosi barang daganganya, pihak e-commerce juga memberikan layanan metode pembayaran dari transaksi online yang dilakukan. Hal tersebut juga menjadi ciri utama dari bentuk bisnis e-commerce Marketplace C2C. Pada umumnya pihak e-commerce akan memberikan layananEscrow atau rekening pihak ketiga.
3. Shopping Mall


Bentuk bisnis e-commerce Shopping Mall, semua proses serta layanannya kurang lebih sama dengan bentuk bisnis Marketplace C2C yang membedakan antara keduannya adalah penjual yang ada pada e-commerce tersebut. Pihak yang bisa masuk menjadi penjual di e-commerce tersebut hanyalah brand-brand besar yang telah mempunyai nama di pasar lokal atau pun internasional.
4. Toko online B2C (Business to Consumer)


Pada dasarnya bentuk bisnis ini lebih berfokus pada penjualan barang atau produk milik perusahaan e-commerce itu sendiri. Sehingga semua keuntungan dari penjualan produk murni dimiliki oleh perusahaan e-commerce dan tidak dibagi dengan pihak lain.
5. Sosial Media Shop


Bentuk bisnis e-commerce yang terakhir adalah sosial media shop. Bentuk ini bisa dikatakan muncul seiring perkembangan sosial media yang makin menanjak. Potensi dari sosial media tersebut kini dimanfaatkan langsung oleh perusahaan e-commerce dengan membangun bisnis yang berbasis pada sosial media tersebut.


sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/ecommerce

11 komentar:

  1. Gimana cara kita, dapat berbelanja online dengan aman. Karena dewasa ini banyak terjadinya penipuan berkedok toko online. Ini sudah terjadi pada sepupu saya. Dia tergiur dengan barang murah, lalu mentransferkan uangnya tetapi barangnya ga di kirim hingga sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya bantu mas Ryan,

      Ka Viska, kita harus mengenali identitas penjual, mengetahui website tersebut sudah banyak yang pernah berbelanja online atau tidak, jangan tertipu dengan harga miring dan kenali produk yang dijual, perhatikan comment pembeli yang sudah menerima barang sampai ke tujuan.

      Terima Kasih

      Guntur Adi Putra | gunturhere.blogspot.com

      Hapus
  2. Seberapa efektifkah dunia E-Commerce dibandingkan dengan tatap muka langsung?
    Mengingat banyak aktor - aktor yang memanfaatkannya dengan cara yang melakukan tindak penipuan ?

    BalasHapus
  3. E-commerce juga mengurangi biaya tambahan dari sebuah perusahaan yang melakukan bisnis diinternet sehingga biaya tambahan tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service)..

    BalasHapus
  4. Apa sih kekurangannya e-commerce ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kekurangan E-commerce:
      1. Bagi organisasi / perusahaan; Keamanan sistem rentan diserang, Persaingan tidak sehat dan Masalah kompabilitas teknologi lama dengan yang lebih baru.
      2. Bagi konsumen; Perlunya keahlian komputer, Biaya tambahan untuk mengakses internet dan Risiko bocornya privasi dan data pribadi
      3. Bagi masyarakat; Berkurangnya interaksi antar manusia, Kesenjangan sosial dan Adanya sumber daya yang terbuang

      Hapus
  5. Sore mas ryan.
    Terimakasih untuk infonya.
    Berarti e-business dan e-commerce itu sama bisnis elektronik yah mas. Tapi bedanya cakupan e-binis itu untuk semua bisnis elektronik sedangkan e commerce itu cakupannya dibidang jual beli. Soalnya susah membedakan yang dua ini.
    Terimakasih

    BalasHapus
  6. Kalau B2B ga termasuk ke e-commerce ya Mas?

    BalasHapus
  7. Untuk meyakinkan konsumen tentang Jual Beli Online seperti ini bagaimana ya caranya? Karena Masyarakat masih banyak yang ragu untuk melakukannya. Kalau saya pribadi jjur pernah trauma untuk bertransaksi secara online... Bagaimana mnurut anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar seperti di bilang guntur, kita harus yakin dengan penjual dan tau pasti record si penjual sebelumnya.

      seperti itu--

      Hapus