Entri berikut adalah tentang presentasi saya dengan beberapa teman saya, untuk kepentingan memenuhi tugas matakuliah saya. Presentasi ini menjelaskan Use Case beserta proses bisnis yang terjadi pada aplikasi. Aplikasi Work Order adalah aplikasi permintaan penyelesaian pekerjaan pada Pt. Pelita Cengkareng. PT. Pelita Cengkareng Paper adalah salah satu pabrik kertas industri dengan kapasitas ±500 ton/hari. Perusahaan ini memanfaatkan proses daur ulang kertas bekas sebagai bahan baku utama yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia terutama di sekitar Jakarta dan bahan baku tambahan berupa pulp yang diimport dari berbagai negara di Eropa maupun Asia. Bergerak di bidang kertas industri yang didirikan pada tanggal 9 Januari 1974 berdasarkan Akte Notaris No. 40 dari Ridwan Suselo, SH. di Jakarta. Oleh karena lokasi pabrik berada di wilayah Tangerang, tepatnya di Jl. Daan Mogot KM 18, Kotamadya Tangerang,
PT. Pelita Cengkareng Paper memiliki 4 unit mesin (I, II, III, dan V). Pelaksanaan pembangunan unit I dilaksanakan pada tahun 1975. Setahun kemudian unit ini mulai berproduksi dengan kapasitas ±30 ton/hari. Permintaan pasar yang meningkat harus dipenuhi dengan melakukan perluasan pabrik yakni membangun unit II yang dioperasikan pada tahun 1980 dengan kapasitas produksi ±80 ton/hari.
Berikut Proses Bisnis yang ada:
a. Prosedur Penerimaan SPK
Setiap harinya pada tiap shift, bagian PM mengecek kondisi mesin PM yang sedang beroperasi. Apabila terdapat kerusakan, maka bagian PM akan membuat Surat Permintaan Kerja yang selanjutnya diserahkan kepada bagian MPC untuk dilakukan ACC pada Surat Permintaan Kerja. Kemudian bagian MPC menerima ACC Surat Permintaan Kerja dan ACC Surat Permintaan Kerja rangkap 1 agar dilakukan tindakan selanjutnya.
b. Prosedur Pembuatan Rekap Monitoring Surat Permintaan Kerja
Setelah bagian MPC menerima Surat Permintaan Kerja dari bagian PM, lalu bagian MPC mengecek di mesin yang mengalami kerusakan berdasarkan ACC Surat Permintaan Kerja dan meneruskan ACC Surat Permintaan Kerja tersebut kepada bagian Teknik. ACC Surat Permintaan Kerja rangkap 1 yang diterima bagian MPC kemudian direkap kedalam Monitoring Surat Permintaan Kerja agar pencarian data maupun pembuatan daftar shutdown dan laporan menjadi lebih mudah.
c. Prosedur Pembuatan Daftar Shutdown
Setiap harinya, mesin PM tidak pernah berhenti beroperasi dan ada bagian dari equipment yang hanya bisa dikerjakan dalam kondisi mesin berhenti. Oleh sebab itu, berdasarkan ACC Surat Permintaan Kerja rangkap 1 yang sudah direkap kedalam Monitoring Surat Permintaan Kerja dan dari beberapa prioritas next shutdown yang tertunda sebelumnya karena alasan – alasan tertentu, kemudian bagian MPC membuat Daftar Shutdown mesin yang selanjutnya akan diadakan rapat dalam pembahasan shutdown tersebut sesuai dengan jadwal stop mesin.
Untuk Gambar Use Case dan Video Presentasi Bisa dilihat
disini.